Pages

Thursday, September 18, 2025

Modul Ajar: Arus dan Tegangan

Identitas Modul

  • Mata Pelajaran : Dasar Listrik & Elektronika

  • Kelas/Semester : X / Ganjil

  • Materi Pokok : Arus dan Tegangan

  • Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu:

  1. Menjelaskan pengertian arus dan tegangan dengan benar.

  2. Menyebutkan satuan dan alat ukur arus dan tegangan.

  3. Menghitung arus, tegangan, dan muatan listrik dengan rumus dasar.

  4. Menerapkan hukum Ohm dalam soal sederhana.

  5. Melakukan percobaan mengukur arus dan tegangan dengan multimeter.

B. Materi Pembelajaran

1. Arus Listrik

  • Definisi: aliran muatan listrik.

  • Rumus: I=QtI = \frac{Q}{t}

  • Satuan: Ampere (A).

  • Alat ukur: Amperemeter (seri).

2. Tegangan Listrik

  • Definisi: beda potensial antara dua titik.

  • Rumus: V=WQV = \frac{W}{Q}

  • Satuan: Volt (V).

  • Alat ukur: Voltmeter (paralel).

3. Hubungan Arus, Tegangan, Hambatan

  • Hukum Ohm: V=I×RV = I \times R

4. Alat Ukur

  • Amperemeter → seri

  • Voltmeter → paralel

  • Multimeter → serbaguna

C. Metode Pembelajaran

  • Pendekatan : Saintifik (5M: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Menalar, Mengomunikasikan).

  • Metode : Ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, praktikum.

D. Media dan Alat

  • Papan tulis / slide presentasi.

  • Multimeter, adaptor/baterai, resistor/lampu.

  • Kabel penghubung.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran

  1. Pendahuluan (10 menit)

    • Guru membuka pelajaran dengan menanyakan fenomena listrik sehari-hari.

    • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

  2. Kegiatan Inti (60 menit)

    • Mengamati: siswa melihat percobaan sederhana menghubungkan lampu dengan baterai.

    • Menanya: siswa bertanya mengapa lampu menyala terang/redup.

    • Mengumpulkan informasi: guru menjelaskan konsep arus & tegangan.

    • Menalar: siswa menghitung contoh soal arus dan tegangan.

    • Mengomunikasikan: siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

  3. Penutup (20 menit)

    • Menyimpulkan konsep arus dan tegangan.

    • Memberikan latihan soal & LKS.

    • Refleksi dan umpan balik.

F. Lembar Kerja Siswa (LKS)

Praktikum: Mengukur Arus dan Tegangan

Alat & Bahan:

  • Multimeter digital/analog

  • Baterai 9V

  • Resistor 470 Ω

  • Kabel jumper

Langkah Kerja:

  1. Rangkailah baterai seri dengan resistor.

  2. Ukur arus dengan multimeter (seri). Catat hasilnya.

  3. Ukur tegangan pada resistor dengan multimeter (paralel).

  4. Bandingkan hasil dengan perhitungan hukum Ohm:

    I=VRI = \frac{V}{R}

Tabel Hasil Pengamatan:

Tegangan (V) Hambatan (Ω) Arus Hasil Ukur (A) Arus Hasil Hitung (A)


Pertanyaan Diskusi:

  1. Apakah hasil pengukuran sama dengan perhitungan hukum Ohm?

  2. Faktor apa saja yang memengaruhi perbedaan hasil?

  3. Apa fungsi tegangan terhadap arus dalam rangkaian?   


G. Evaluasi (Latihan Soal)

  1. Sebuah penghantar dialiri arus 4 A selama 3 detik. Hitung jumlah muatan listrik yang berpindah!

  2. Sebuah lampu memiliki hambatan 10 Ω. Jika dihubungkan dengan sumber 20 V, hitung arusnya!

  3. Jika diperlukan energi 40 Joule untuk memindahkan muatan 8 Coulomb, berapa besar tegangan listriknya?

H. Penilaian

  • Pengetahuan : hasil latihan soal (kognitif).

  • Keterampilan : laporan praktikum (psikomotor).

  • Sikap : kerjasama, ketelitian, dan keaktifan siswa (afektif).

Tuesday, September 9, 2025

RPP PKK Kelas XII – Pemasaran Jasa

 A. Identitas Mata Pelajaran

  • Satuan Pendidikan : SMA/SMK

  • Mata Pelajaran : Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)

  • Kelas/Semester : XII / Ganjil

  • Materi Pokok : Pemasaran Jasa

  • Alokasi Waktu : 2 × 45 menit

B. Kompetensi Inti (KI)

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.

  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, gotong royong, dan santun.

  3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam bidang PKK.

  4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret terkait pengembangan usaha.

C. Kompetensi Dasar (KD)

3.5 Memahami strategi pemasaran jasa.
4.5 Menyusun contoh strategi pemasaran jasa sesuai bidang usaha.

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pemasaran jasa.

  2. Menyebutkan karakteristik jasa.

  3. Mengidentifikasi strategi pemasaran jasa (7P).

  4. Memberikan contoh bidang usaha jasa di sekitar.

  5. Menyusun ide strategi pemasaran sederhana untuk usaha jasa.

E. Materi Pembelajaran

  1. Pengertian pemasaran jasa

  2. Karakteristik jasa: Intangible, Inseparability, Variability, Perishability.

  3. Strategi pemasaran jasa (7P): Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence.

  4. Contoh bidang usaha jasa: transportasi, kesehatan, pariwisata, pendidikan, cleaning service.

  5. Pentingnya pemasaran jasa: meningkatkan daya saing, loyalitas konsumen, citra positif.

F. Metode Pembelajaran

  • Ceramah interaktif

  • Diskusi kelompok

  • Studi kasus

  • Presentasi

G. Media dan Sumber Belajar

  • Media: LCD, papan tulis, lembar kerja siswa (LKS)

  • Sumber:

    • Buku PKK Kelas XII

    • Artikel pemasaran jasa

    • Internet (studi kasus jasa transportasi, kesehatan, dll.)

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pendahuluan (10 menit)

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi.

  • Apersepsi: Tanya jawab tentang pengalaman siswa menggunakan jasa (ojek online, salon, rumah sakit).

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti (65 menit)

  • Eksplorasi: Guru menjelaskan pengertian, karakteristik, dan strategi pemasaran jasa.

  • Elaborasi:

    • Siswa dibagi menjadi kelompok kecil.

    • Masing-masing kelompok memilih 1 bidang jasa (misalnya jasa laundry, bimbel, transportasi online).

    • Diskusi untuk membuat strategi pemasaran sederhana dengan pendekatan 7P.

  • Konfirmasi:

    • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi.

    • Guru memberi masukan, klarifikasi, dan penguatan.

3. Penutup (15 menit)

  • Guru bersama siswa menyimpulkan materi.

  • Refleksi: Siswa menyebutkan hal baru yang mereka pahami.

  • Guru memberikan tugas rumah: Menyusun strategi pemasaran jasa untuk usaha yang ada di lingkungan sekitar.

I. Penilaian

  1. Pengetahuan: Tes tertulis (uraian 5 soal).

  2. Keterampilan: Presentasi strategi pemasaran jasa.

  3. Sikap: Observasi keaktifan, kerjasama, dan tanggung jawab siswa.

Contoh Soal Evaluasi:

  1. Apa yang dimaksud dengan pemasaran jasa?

  2. Jelaskan 4 karakteristik jasa!

  3. Sebutkan dan jelaskan unsur 7P dalam pemasaran jasa!

  4. Berikan contoh usaha jasa di sekitar rumahmu!

  5. Bagaimana cara meningkatkan loyalitas konsumen dalam usaha jasa?

Beberapa metode praktek pedagogik dalam pembelajaran mendalam

Metode Pembelajaran Aktif :                               


1. Pembelajaran Berbasis Proyek: Siswa bekerja pada proyek yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.

2. Diskusi Kelompok : Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah atau membahas topik tertentu.

3. Pembelajaran Berbasis Masalah: Siswa belajar dengan memecahkan masalah yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.


Metode Pembelajaran Interaktif:

1. Simulasi: Siswa berpartisipasi dalam simulasi yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.

2. Permainan Edukasi: Siswa bermain permainan yang dirancang untuk mempromosikan pembelajaran.

3. Pembelajaran Berbasis Teknologi: Siswa menggunakan teknologi seperti video, animasi, atau aplikasi pembelajaran untuk mempromosikan pembelajaran.


Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman:

1. Pembelajaran Berbasis Pengalaman Nyata: Siswa belajar dari pengalaman nyata yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.

2. Pembelajaran Berbasis Lapangan: Siswa melakukan kegiatan lapangan yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.

3. Pembelajaran Berbasis Proyek Lapangan: Siswa bekerja pada proyek lapangan yang terkait dengan topik atau materi yang dipelajari.


Metode Pembelajaran Berbasis Refleksi:


1. Refleksi Pembelajaran: Siswa merefleksikan proses pembelajaran dan hasil yang dicapai.

2. Evaluasi Diri: Siswa melakukan evaluasi diri untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka.

3. Pembelajaran Berbasis Portofolio: Siswa membuat portofolio yang menampilkan hasil pembelajaran dan refleksi mereka.

Dengan menggunakan metode-metode tersebut, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendalam dan efektif bagi siswa.